biografi kedokteran, reaksi genetika, dan terakhir klonning hewan sebagai rintisan klonning manusia telah melampaui seluruh ramalan masa depan manusia dan membuat banyak oarng terakagum-kagum. Perkembangan dan pemanfaatan sains membuktikan bahwa alam semesta tidaklah tercipta secara kebetulan, karena bila didalamnya terdapat peraturan yang sangat teliti dan hukum yang sangat rapi untuk mengendalikan dan menjalankan alam semesta adanya peraturan dan hukum alam yang sanat akurat ini, tentu saja mengharuskan adanya sang pencipta dan pengatur yang maha berkuasa dan maha bijaksana. Perkembangan sains yang dicapai para ilmuwan, serta pemanfaatannya yang sangat mengagumkan berkat perkembangan teknologi yang pesat baik yang diterapkan apada manusia, hewan maupun benda mati dan sebenarnya adalah sekelumit rahasia dan hukum alam yang mengendalikan dan mengatur selutruh benda yang ada yang dileakatkan Allah SWT pada benda secara sedemikian rupa, sehingga dapat sesuai dengan kondisi-kondisi yang ditetpakan bagimu. Kemajuan ilmia tersebut merupakan hasil eksperimen ilmiah dan sains itu sendiri bersifat universal dalam arti tidak secara khusus didasarkan pada pandangan hidup tertentu akan tetapi pengguanaan dan pengambilannya tetap didasarkan pada pandangan hidup tertentu. Oleh sebab itu walaupun penemuan ilmiah bersifat universal dalam arti tidak secara khusus asalkan pada pandangan hidup tertentu. Menurut Ghazali ilmu-ilmu agama Islam terdiri dari: 1. Ilmu tentang prinsip-prinsip dasar (ilmu ushul) yakni; a) Ilmu tentang keesaan illahi b) Ilmu tentang kenabian, ilmu ini juga berkaitan tentang Ihwal para sahabat serta penerus religius dan spiritualnya. c) Ilmu tentang akhirat dan eskatologi. d) Ilmu tentang sumber pengetahuan religius. Sumber pengetahuan ini ada dua, yakni sumber primer: al-
Qur’an adan As
-Sunnah dan sumber sekunder, yakni Ijma dan tradisi para sahabat. 2. Ilmu tentang cabang-cabang (furu) atau prinsip-prinsip cabang, yakni; a) Ilmu tentang kewajiban manusia kepada tuhan (ibadah). b) Ilmu tentang kewajiban manusia kepada masyarakat, ilmu-ilmu ini terdiri dari; · Ilmu tentang transaksi, terutama transaksi bisnis dan keuangan serta hukum qishash · Ilmu kewajiban tentang kontraktual. Ilmu ini berhubungan terutama dengan hukum keluarga. c) Ilmu tentang kewajiban manusia kepada jiwanya sendiriaa. Ilamu aini membahas kualitas-kualitas moral sendiri (aalmu akhlak). D. Tokoh-Tokoh Ilmuwan Islam Ilmuwan Muslim yang muncul pada abad pertengahan adalah: · Ilmuwan Muslim abad ke 9 a) Jabir ibn hayya; bapak ilmu kimia, pendiri laboratorium. b) Al-Kharizmi; ahli matematika pertama di dunia islam. c) Al-Kindi; filosuf, pelopor dan pengembang ilmu pengetahuan.
d) Abu Kamil Syuja; ahli aljabar tertua. e) Ibn Maskawih; dokter spesialis diet, filosofis moral. f) Al-fatghani; astronom yang karyanya banyak diterjemahkan. g) Tsabit bin Qurrah; ahli geometri, membahas waktu matahari. h) Al-Batani; astronom yang melakukan observasi gemilang. i) Zakaria al-razi; dokter penemu cacat dan darah tinggi. · Ilmuwan muslim abad ke 10 a) Abu Qasim al-Zahrawi; ahli bedah, penciptaan alat bedah. b) Al-Farabi; filosofis emanasi, komentator karya aristoteles. c) Al-
Mas’udi; ahli sejarah dan pengemabangan.
 d) Ibn Amajur; astronom perjalanan ke bulan. e) Abu Dulaf; sang penyair yagn ahli logam. f) Ibnu Jujlul; penulis dan ahli biografi dan ahli kedokteran. g) Al-Hazim; ahli matematika dan memecahkan soal-soal Archimedes. h) Abu wafa; astronom dan ahli matematika yang mengembangkan trigonometri. · Ilmuwan muslim abad ke 11 a) Ibnu Haitsam; ahli fisika yang disegani Bcon dan Kepler. b) Al-Karkahi; penulis paling orisinal dibidang aritmatika. c) Ibnu Irak; guru al-Biruni, ahli astronom dan matematika. d) Al-Birruni; eksperimentalis yang berilmu luas. e) Ibnu Sina; dokter dan filosofis jiwa. f) Ibnu Yunus; penemu pendelum (600 tahun sebelum galileo). g) Ibnu Wafid; farmakolog yang menyelidiki obat bius. h) Ibnu saffar; penulis sejumlah tabel astronomis. i) Abu Ubaid al-Bakhri; ahli ilmu bumi. · Ilmuwan muslim abad ke 12 a) Umar Khayyan; ahli aljabar dan syair. b) Ibnu Bajjah; filosofis dan musik c) Al-khariki; ahli astronom, matematika dan geografi ide-idenya dikutip oleh Roger Bacon. d) Al-Khazim; meterolog penemu teori gravitasi dan dokter. e) Jabir bin Aflan; astronom yang membangun observatorium. f) Ibnu Ghalib; ahli geografi, penulis sejarah Spanyol. g) Abu Khair; ilmuan ahli tumbuh-tumbuhan. h) Ibnu Rusyd; filosof, ahli hukum, perintis kedokteran umum. i) Ibn Thufail; filusuf, murid Ibnu Rusyd. · Ilmuwan muslim abad ke 13 a) Al-Bitruji; astronom yang mengenalkan teori garak spiral. b)
Abnu Sa’ati; dokter ahli membuat kunci
 
c) Abdul Lathif; ahli anatomi, pengembang studi pertualangan. d) Ibnu al-Baitar; dokter, penemu 300 jenis obat. e) Al-Kazwini; ahli ilmu falak fan geografi. f) Abi Mahasin; dokter spesialis mata. g) Ibnu Nafis; ahli fisiologi (ilmu faal) dan sirkulasi darah yang kemudian diformalkan oleh Michael Servetus. h) Dan lain-lain. Kesimpulan Pengetahuan akal dan intelektual merupakan suatu dorongan intrinstik dan inheren dalam ajaran islam. Pada masa daulah Abbasiyah (750-1258M) masa keemasan islam dalam bidang ilmu dan pengetahauan, ibu kota Baghdad menjadi pusat intelektual muslim, dimana terjadi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan islam. Sekolah-sekolah dan akademik muncul disetiap pelosok. Perpustakaan-perpustakaan umum yang besar didirikan diantaranya yang terbesar yaitu Baitul Hikmah dan terbuka untuk siapapun sehingga pemikiran filosofis-filosofis besar zaman klasik dipelajari berdampingan dengan ilmu islam. Dan kaum intelektual islam identik dengan ulama. Apalgi bila diingat bahwa ulama dalam pengertian aslinya orang berilmu. Ilmu yang dikuasainya itu tidak terbatas kepada ilmu agama saja. Dan kemajuan ilmu pengetahuan islam pada waktu itu sampai ke Eropa, Afrika Utara dan Andalusia. Ciri-ciri umum pendidikan dan ilmu-ilmu berkembang pada masa keemasan islam yaitu, masuknya ilmu akal, timbulnya sekolah-sekolah munculnya pikiran-pikiran pendidikan unik, dan masuknya ilmu sains. Dan waktu banyak sekali ilmuwan-ilmuwan islam yang muncul diantaranya; Imam Malik, Abu Hanafi, Imam as-
Syafi’i dan Imam Ibnu Hambal
 dalam bidang hukum, teologi, Zunnunal-Misri, Abu Yzaud al-Butami, dan Al-Hallaj dalam mistimisme atau tasawuf, al-Kindi, al-Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Maskawaih dalam filsafat, Ibnu Hasyim, Ibnu Khawarizmi, al-
Mas’udi dan Rzai dalambidang pengetahuan.
Iklan